Toko Buku Online | Jual Buku Baru & Bekas | Pasar Buku Diskon
Diam. Tak berarti mati. Mati. Tak berarti hilang. Hilang. Tak berarti terhapus. Yang bersisa adalah kenangan~~eva inzu
  • Mo Yan: Sorgum Merah (2012 Literature Nobel Winner)
  • Hai Edisi Khusus: Harta Karun
  • Fujiko F. Fujio: Dorabase
  • Dongeng 4 in 1: 10 Dongeng Hewan Peternakan
  • Mad Magazine #359 July 1997
  • Courage, Eight Portraits By Gordon Brown
  • Joe Sacco: Palestina Membara
  • Neil Gaiman: Dream Country (The Sandman #3)
  • Marketing Aesthetics
  • Scavenger by Paul Stewart and Chris Riddell
  • A Game of Thrones The Illustrated Edition
  • Matt Kindt: 2 Sisters
  • National Geographic The Covers : Iconic Photographs, Unforgettable Stories
  • Jeff Lemire: Essex County (Collected)
  • 20th Century Boys: The Perfect Edition, Vol. 2
  • Before Watchmen Set

#8 of 8 | prev product Prev - Next next product
printer email

product arrow Orhan Pamuk: Salju (2006 Literature Nobel Winner)

Orhan Pamuk: Salju (2006 Literature Nobel Winner)
Price Rp 89.000
Rp 75.650
Beli
Berat 0,47 Kg

Orhan Pamuk: Salju
Serambi, 676hlmn, 13x20.5cm, 470gr
Kondisi: New segel

“Sebuah novel yang amat relevan dengan situasi masa kini.”—The Times
Salju mulai turun ketika seorang wartawan dan penyair bernama Ka tiba di Kars, sebuah kota kecil di perbatasan Turki.

Diawali keinginannya untuk menyelidiki kasus bunuh diri yang semakin mewabah
di kalangan wanita muda kota itu, juga hasrat untuk menemukan cinta masa lalunya, tanpa sadar Ka terseret di dalam gejolak kemelut Kars. Konflik antargerakan Islam, benturan antara agama dan sekularisme, serta aparat penguasa yang bertindak sewenang-wenang hanyalah segelintir persoalan di tengah gunung es masalah di kota yang terisolasi akibat badai salju itu.

Salju adalah sebuah kisah tentang dilema yang dihadapi oleh sebuah bangsa yang terbelah antara tradisi, agama, dan modernisasi. Di tangan Pamuk, seluruh permasalahan itu tersaji menjadi sebuah novel yang mencekam dan meninggalkan kesan mendalam.

“Ringan dan segar, tapi penuh intrik dengan lilitan elemen
thriller ...”—Koran Tempo

“Menggambarkan pertentangan antara kaum sekuler dan Islam radikal dengan sangat baik.”—New Statesman